BERITA PELUNCURAN “MIZAN CHARTER”, PIAGAM ISLAM UNTUK UNTUK LINGKUNGAN HIDUP

Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (UNAS) mendapat kehormatan bersama Sejumlah cendekiawan dan lembaga Islam yang bekerja sama dalam UNEP’s Faith for Earth, The Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO), Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES) tengah menyusun sebuah piagam lingkungan yang diberi nama Mizan.

Penyusunan ini juga didukung oleh sejumlah universitas seperti Uskudar University di Istanbul, the Qur’anic Botanic Garden and the College of Islamic Studies, Hamad Bin Khalifa University di Qatar dan Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (Unas) di Jakarta.

Penasihat kebijakan Badan PPB untuk program lingkungan (United Nations for Environment Programme-UNEP) Dr. Iyad Abumoghli, mengatakan, umat manusia saat ini tengah menghadapi tantangan lingkungan yang luar biasa, yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, seperti krisis iklim, kerusakan dan penurunan fungsi ekosistem, polusi, dan energi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, kata Iyad, dibutuhkan komitmen yang lebih kuat dan lebih baru agar umat manusia bisa memperbaiki hubungan dengan alam dan lingkungan. Hal ini termasuk komitmen umat beragama yang telah memiliki nilai-nilai luhur sebagai wakil Tuhan di muka bumi.

Piagam Mizan merupakan kontribusi umat Islam yang merupakan seperlima dari jumlah penduduk dunia, untuk memberikan perspektif mengenai prinsip keseimbangan yang dapat menjadi jalan keluar dan memitigasi  berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini” ujarnya dalam rilisnya pada rmco.id (3/12).

Menurut Ketua Pusat Pengajian Islam Unas, Dr. Fachruddin Mangunjaya, Piagam Mizan saat ini tengah disusun oleh sebuah tim inti yang mewakili organisasi-organisasi Islam global. Tim ini akan menyetujui proses, metodologi, bab, dan bagian yang berbeda. Draft ini kemudian akan dibagikan dan dikonsultasikan dalam beberapa bulan mendatang.

“Pembuatan piagam Mizan ini akan sangat menarik karena melibatkan para cendikiawan dan ulama dalam menggali berbagai perspektif Islam tentang lingkungan. Namun, akan lebih menarik untuk melihat bagaimana piagam ini akan diadopsi dan diterapkan di seluruh dunia untuk kepentingan umat manusia.” ujar Fachruddin.

Sebelumnya, pemimpin Katolik Dunia, Paus Fransiskus telah meluncurkan Laudato Si (Puji-pujian Bagi Mu) sebagai surat ensiklik yang menyoroti dan memetakan cara untuk Merawat Rumah Bersama kita. Ensiklik ini telah menginspirasi banyak orang, termasuk badan-badan internasional untuk mencari landasan moral yang tinggi untuk mempromosikan kebijakan mereka, dan menyebarkan inspirasi atas kegiatan dan Tindakan dalam menjaga bumi yang dilakukan umat kristiani dan pemeluk agama lainnya.

“Ini semua sebatas posisi ekspresi dan solidaritas terhadap alam. Lebih dari itu, dunia juga membutuhkan upaya bersama yang memetakan jalan ke depan serta melibatkan umat beragama untuk melakukan tindakan nyata yang bermakna sebanding dengan Laudato Si, pungkas Fachruddin.

Berita terkait peluncuran Mizan Charter