Da’i di Ujung Kulon siap Gencarkan Sosialisasi Fatwa Satwa Langka

PANDEGLANG-BANTEN (29/5). Sejumlah 30 tokoh masyarakat yang terdiri dari ustadz dan ustazdah dengan bersemangat mengikuti Lokalatih Dai Konservasi yang difasilitasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bekerjasama dengan Pusat Pengajian Islam  Universitas Nasional dan WWF Program Ujung Kulon.

Cakupan kegiatan ini berfokus pada hanya dua kecamatan yang ada di kawasan terdekat Taman Nasional Ujung Kulon, yaitu Cimanggu dan Kecamatan Sumur. Kegiatan ini diadakan selama 2 hari yaitu dari tanggal 25 hingga 26 Mei 2016. “Kegiatan seperti ini, merupakan suatu yang ditunggu-tunggu oleh kami. Berinteraksi dengan tokoh ulama di Pusat maupun di Daerah,”Ujar Ustazd Zainal yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Cimanggu, Pandeglang.

Peserta lokalatih sedang merancang bahan diskusi tentang konservasi satwa berbasis fatwa
Peserta lokalatih sedang merancang bahan diskusi tentang konservasi satwa berbasis fatwa dengan merujuk pada Al Qur an. (Foto: PPI/UNAS)

Selain membahas tentang Fatwa tentang Perlindungan Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem No 4 2014 yang perlu terus disosialisasikan, pelatihan juga mengungkap bersama kajian Al Quran berkait dengan tema-tema teologis membahas tentang alam dan manusia, posisi manusia dihadapan Sang Khaliq dan Pencipta, fungsi manusia, tugas manusia sebagai khalifah dan amanah yang diembannya.

Facilitator pelatihan ini adalah Dr. Fachruddin Mangunjaya,dari Pusat Pengajian Islam, KH Arwani Faisol anggota Komisi Fatwa (Mufi) MUI yang juga terlibat aktif dalam pembentukan Fatwa Satwa Langka.

Dalam sesi terakhir pelatihan, peserta dengan produktif menghasilkan empat buah draft bahan ceramah untuk sosialisasi. Selain itu juga dihasilkan rencana aksi sosialisasi sepanjang enam bulan kedepan,yang meliputi ceramah di majelis ta’lim, khutbah jumat dan ceramah ramadhan. Sasaran yang dicapai dalam rencana sosialisasi tersebut mencapai kurang lebih 4000 orang. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan di Riau dan Ujung Kulon pada tahun 2016.

Lihat berita terkait: