MENJAGA PERIUK MENGEPUL DARI LAHAN PEKARANGAN

Riau-Rumah YAPEKA. Terbatasnya lahan di sekitar hutan serta kebutuhan ekonomi yang tinggi, mengharuskan warga memanfaatkan lahan (lahan pekarangan) secara optimal dengan tanaman produktif. Hasilnya diharapkan dapat menambah pendapatan serta mengurangi pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Disisi lain, kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi aktivitas pemanfaatan sumber daya alam dalam kawasan hutan.

Panen Kangkung Kelompok Wanita Tani Desa Tanjung Medang (YAPEKA).

Melalui dukungan DEFRA-UK saat ini Yapeka-UNAS-Konsorsium melakukan kegiatan pendampingan masyarakat di sekitar SM Rimbang Baling dalam mengoptimalkan lahan pekarangan/kebun dan pendampingan petani padi.Upaya pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman sayuran (cabai, kacang panjang, kangkung, dll) oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dilakukan Desa Tanjung Medang (Kab. Kuantan Singingi, Riau). Hasil perdana panen digunakan untuk kebutuhan sehari-hari anggota KWT. Selain itu, hasil panen juga dijual dan hasilnya dikumpulkan untuk kas kelompok (Rp. 1.126.000,00). Kas akan dimanfaatkan untuk pembelian bibit serta pengelolaan demplot lahan pekarangan.

Sedangkan di Desa Ampalu (Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat), dilakukakan pendampingan petani padi dengan menggunakan slurry dari biogas sebagai pupuk pengganti pupuk kimia. Disamping sudah mengurangi biaya untuk pembelian pupuk kimia (sebesar Rp. 150.000,00), hasil panen juga meningkat dari 535 Kg menjadi 575 Kg (luas sawah 1.200 m2).

Upaya ini tidak dapat berdiri sendiri tentunya melainkan mendapat dukungan dari pihak terkait seperti masyarakat, Pemerintah Desa, PPL, serta Kecamatan dan Kabupaten. Diharapkan dengan kegiatan ini mampu memberikan alternatif mata pencaharin berkelanjutan yang yang turut menjaga kelestarian kawasan hutan di sekitar desa.

Sumber: Rumah YAPEKA- Edukasi Masyarakat, Program Terestrial, Yapeka

 

Berita lainnya: WAKAF BERPOTENSI BERDAYAKAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN

Berita lainnya: Pelatihan Dai Konservasi Riau yang diikuti oleh 30 peserta dari pesantren di Riau

Berita lainnya:  Da’wah konservasi di Rimbang Baling