PPI Gelar Seminar Epistimologi Islam dalam Merespon Sains Modern

ppi-seminar-epistemologi

Ilmu juga memberi petunjuk bahwa nilai kebenaran itu pada akhirnya sangat erat dengan orisinalitas suatu ajaran agama dan perlu dibuktikan dengan hasil penemuan ilmiah.

Jakarta [UNAS] – Pepatah terkenal Albert Einstein yang berbunyi “Ilmu Pengetahuan tanpa agama adalah buta and agama tanpa ilmu adalah lumpuh”, nampaknya masih terus berlaku hingga pada tahap ilmu pengetahuan modern saat ini. Kalimat tersebut seolah memberikan makna bahwa perlu ada keseimbangan antara keduanya. Lantas, bagaimana Islam sebagai salah satu agama di Indonesia menjawab ilmu pengetahuan modern yang kini semakin berkembang pesat? Menjawab hal ini, Pusat Pengkajian Islam (PPI) Universitas Nasional menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Islam dalam Merespon Sains Modern”.

Acara yang diadakan di Aula Masjid Sutan Takdir Alisjahbana (STA) Unas, Jumat (29/11) ini menghadirkan seorang pakar sekaligus penulis buku berjudul “Ayat – Ayat Semesta”, Dr. Agus Purwanto dan Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, Dr. Firdaus Syam, M.A sebagai pembicara. “Kemajuan ilmu pengetahuan saat ini tidak hanya memberikan dampak positif saja, tapi juga menimbulkan penderitaan yang luar biasa bagi seluruh manusia. Maka dari itu, kita perlu menumbuhkan dan menghidupkan kembali Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan kita,” papar Dr. Agus dalam presentasinya mengawali seminar yang juga merupakan kerjasama antara PPI Unas dan International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Kegiatan yang merupakan kerjasama antara PPI Unas dan International Institute of Islamic Thought (IIIT) memiliki beberapa tujuan, yaitu mendorong pelajar, mahasiswa, cendekiawan, peneliti dan masyarakat akademis untuk membangun paradigmatik ilmiah yang baru dan sebagai proses yang konsisten, berkesinambungan dalam melakukan “lompatan kedepan” agar universitas dapat membangun komunitas akademik yang mampu melahirkan paradigmatik, teori – teori atau konsep – konsep alternative, guna menjadikan universitas tidak hanya sebagai universitas riset tapi juga kampus terdepan.

Tak heran, dalam makalahnya Dr. Firdaus Syam mengungkapkan bahwa ilmu bukan saja pengetahuan yang berharga, tapi juga merupakan pemberi pintu kepada kita untuk menemukan dan meneguhkan hakekat kebenaran itu sendiri. Ilmu juga memberi petunjuk bahwa nilai kebenaran itu pada akhirnya sangat erat dengan orisinalitas suatu ajaran agama dan perlu dibuktikan dengan hasil penemuan ilmiah.

“Ilmu juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ajaran agama itu sendiri, bagaikan badan dengan jiwa,” pungkas Dr. Firdaus.

Sumber