PPI Serahkan Sumbangan untuk Pengungsi Syiria di Lebanon

JAKARTA (13/10), Wakil Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) Unas, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya menyerahkan bantuan ‘spontan’ dari civitas akademika Universitas Nasional yang dikumpulkan selama setengah hari dari mahasiswa, karyawan dan dosen di lingkungan Universitas Nasional,untuk pengungsi Syiria yang sekarang ini ada di Lebanon. Pada Kamp Pengungsi yang dikelola oleh URDA (United of Relief and Development Organization) di Lebanon. Bantuan tersebut diserahkan melalui Sameer Kassab, PR & Financial Resources URDA yang berkunjung ke kantor PPI pada Kamis (13/10), “Tujuan sebenarnya saya adalah ingin bersilaturahim dan memberikan penjelasan tentang bahwa ada krisis besar di Timur Tengah. Ada perang dan pengungsi sivil yang menderita, yang perlu menjadi perhatian umat Islam di Indonesia,” ujar Sameer.

20161020_113114 - Copy

Selain mengunjungi PPI Sameer juga berkunjung pada lembaga-lembaga amal (charity) di Jakarta seperti Dompet Dhuafa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),  Lembanga Kemanusiaan  PKU, dalam waktu sangat singkat. menurutnya URDA memerlukan lebih banyak partner kerjasama yang strategis, di Indonesia dan Malaysia dimana kaum muslimin menjadi mayoritas.

Adapun bersama PPI sebagai salah satu lembaga akademis, Sameer menawarkan kemungkinan para mahasiswa di hubungan internasional dan potensial untuk belajar dan mengabdi dapat membuka peluang kerjasama dengan mengirim relawan: “Membantu kami di kamp pengungsi, melayani dan memberikan pendidikan. Anda cari tiketnya, disana kami akan menjamin.” ujar Sameer.
“Tidak usah lama-lama, bisa satu minggu dua minggu. untuk merasakan suasana dan keadaan disana, sambil mengabdi dan mempunyai pengalaman.”

Dr. Fachruddin menanggapi hal ini dengan baik, dan akan mempelajari bagaimana dapat memfasilitasi para relawan di PPI untuk mendapatkan pengalaman dalam penanganan pengungsi. “Sedang dipertimbangkan, dipelajari dan dicermati terlebih dahulu tawaran tersebut.” Menurutnya, memang tugas perguruan tinggi tidak hanya pendidikan, tetapi juga penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. “Selama ini pengabdian kepada masyarakat dalam skema internasional sangat jarang dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga terobosan internasional ini perlu dilakukan” jelas Dr Fachruddin.