Pusat Pengajian Islam Jajaki Kerjasama Pelestarian Badak melalui Pendekatan Islam

CISARUA-Cianjur-(14/2) Sekitar 40 ahli badak Jawa dan badak Sumatra berkumpul di Taman Safari Cisarua, Kabupaten Cianjur untuk mendiskusikan upaya meningkatkan perlindungan dan konservasi serta pertambahan populasi badak Jawa.

Selain itu dibicarakan pula tentang kemungkinan adanya habitat kedua untuk badak Jawa, apakah dimungkinkan di Pulau Jawa atau di Pulau Sumatra. “Penambahan populasi badak sebagai sangat penting dalam upaya memenuhi target pemerintah atas perlindungan 25 spesies prioritas, termasuk badak,” kata Bambang Dahono Adji, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam kerangka itulah, Wakil Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) Dr. Fachruddin Mangunjaya diundang untuk mengikuti workshop selama tiga hari dalam upaya berkontribusi untuk pelestarian badak dan habitatnya. Pertemuan yang mengundang para ahli dari berbagai negara tersebut merumuskan strategi penyelamatan badak hingga tahun 2020.

“PPI diundang karena menjadi mitra penting dalam upaya sosialisasi Fatwa MUI dan upaya peningkatan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam konservasi badak, baik di Ujung Kulon, Banten maupun badak di Sumatra,” papar Fachruddin. Sebagai mitra, PPI akan membantu pemerintah dan LSM pelestarian alam dalam menggalang kesadaran dan peningkatan partisipasi masyarakat. ” Ini adalah wujud dari implementasi tridarma perguruan tinggi,” tambahnya.

Badak Jawa di Ujung Kulon

Penjajakan juga dilakukan untuk bekerjasama dengan International Rhino Foundation (IRF) yang sangat memerlukan pendampingan masyarakat dalam kegiatan implementasi pelestarian badak di lapangan.” Kemungkinan kita akan bekerjasama untuk program kedepan bersama,” kata Dr Susie Ellis, Executive Director IRF yang hadir juga dalam lokakarya tersebut.

Badak Jawa menjadi sangat terancam karena hanya ditemukan di Ujung Kulon dalam habitat terakhir mereka. Sebelumnya spesies ini juga pernah ditemukan di Vietnam, namun pada akhir 2010, populasi badak tersebut dinyatakan punah. Dengan demikian, di seluruh dunia, badak Jawa hanya ditemukan di Ujung Kulon. (*)

Berita Terkait: