Pusat Pengajian Islam UNAS: Berbagi Pengalaman Tentang Sains untuk Pembangunan Berkelanjutan

UNAS_pak rudi malay_webpg

Selain menghadirkan pembicara dari Thailand dan Indonesia, seminar tersebut juga menghadirkan para pakar dan pemikir dari universitas setempat, seperti dari Universitas Malaya, University Kebangsaan Malaysia dan University Putra Malaysia.

Malaysia (UNAS) – Wakil Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional, Dr. Drs. Fachruddin Mangunjaya, M.Si belum lama ini didaulat menjadi pembicara dalam seminar berskala Internasional yang diadakan oleh Institute Kepahaman Islam Malaysia (IKIM) di Kuala Lumpur, Malaysia. Fachruddin diundang untuk mewakili Indonesia bersama pembicara dari Malaysia dan Thailand, pada Seminar on Science for Sustainability: Islamic Perspectives yang berlangsung dari 18 – 19 November 2014.”Forum ini adalah upaya mendiskusikan dan mencari definisi yang layak tentang keberlanjutan dalam persfektif Islam. Dalam upaya itu, tema yang saya presentasikan adalah seputar Interfaith Dialogue on Science and Sustainability dengan memberikan kuliah tentang pengalaman saya seputar kegiatan antar iman di bidang lingkungan hidup, konservasi alam dan perubahan iklim,” kata Fachruddin.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, lanjutnya, tentu mempunyai nilai-nilai universal yang dapat digali sebagai landasan, terutama dalam menyokong keberlanjutan yang mempunyai banyak varians dan definisi berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan praktik berbeda-beda dari pelakunya. Seminar ini diadakan untuk mengeksplorasi hal tersebut.

pak-rudi-seminar-malaysia

IKIM merupakan lembaga ‘think tank’ tentang pemikiran Islam yang bergerak melakukan riset, penerbitan ilmiah dan kegiatan pelatihan.Selain itu lembaga ini juga membahas berbagai topik terkait dengan sains dan pembangungan serta penerapannya,seminar, workshops, pelatihan, publikasi, konsultasi, terkait dengan sains, lingkungan hidup dan pembangunan ekonomi dan aspek kontemporer di dunia lainnya.

Lembaga ini juga dilengkapi berbagai media, radio dan TV berbasis interner. Tema-tema sains dan Islam serta masalah sosial dan implementasi seputar Islam menjadi tema yang diminati dari lembag ini. ”Kami bekerja bekerja keras dan berupaya untuk memberikan pemahaman publik secara luas dalam bidang sains guna menyokong peran sains yang bernuansa holistik dan pembangunan yang berkelanjutan, guna menyokong Malaysia menjadi negara maju,” kata Sekjen Ikim Dato Hj Nik Mustapha bin Nik Hj Nik Hasan.

Selain menghadirkan pembicara dari Thailand dan Indonesia, seminar tersebut juga menghadirkan para pakar dan pemikir dari universitas setempat, seperti dari Universitas Malaya, University Kebangsaan Malaysia dan University Putra Malaysia.

Tujuannya, kata Fachruddin, untuk mengetengahkan dan mengekplorasi pandangan Islam dan pendekatannya dibidang sains dan pembangunan berkelanjutan dengan penekanan pada konsep dan definisi pembangunan berkelanjutan tata kelola sains untuk pembangunan berkelanjutan dan peran ekonomi serta etika sebagai landasan kritis untuk pembangunan berkelanjutan.

”Kami merasa terhormat mendapat pembicara-pembicara yang terkenal baik dari Malaysia sama ada dengan dari Thailand dan Indonesia, untuk membagi pandangan, pengalaman dan rekomendasi tentang berbagai hal terkait dengan sains dan pembangunan berkelanjutan,” Ujar Dato Nik Mustapha, dalam sambutannya membuka acara Seminar Internasional yang dihadiri oleh peserta dari berbagai agama tersebut, di Kuala Lumpur.

Berikut catatan seminarnya:

Download (DOCX, 14KB)

Sumber