Pusat Pengajian Islam UNAS Hadiri Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim

PPI UNAS (14/8), Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional berperan aktif dalam berkontribusi untuk menampung segala masukan dalam draft akhir Islamic Climate Declaration yang akan di finalisasi dan diumumkan di Istanbul, Turki  17 Agustus ini. Draft ini dimotori oleh tenaga ilmuwan dan ahli dari enam negara yaitu: Inggris, Saudi Arabia, Malaysia, Maroko, Turki dan Indonesia. Setelah dilakukan sosialisasi peluncuran melalui jejaring sosial dan konsultasi publik, tim draft akan merampungkan dan menampung semua masukan.

Lihat : Islamic Climate Declaration

“Masukan telah diterima dari berbagai kalangan: ilmuwan, mahasiswa, masyarakat awam, ahli filsafat, pangeran sebuah kerajaan, akademisi, pemuka agama non muslim, aktifis dan ahli perubahan iklim,” semua akan ditampung dalam draft akhir nanti,” tutur Dr. Fachruddin Mangunjaya, Wakil Ketua PPI di UNAS hari ini.

Peluncuran deklarasi ini dilakukan di sebuah hotel di Istanbul dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka antara lain, Ibrahim Thiaw, Asisten Sekjen PBB dan Deputi Eksekutif Direktur UNEP, Halldor Trogeirsson, dari UNFCCC, Prof Seyyed Hossein Nasr, guru besar Islamic Studies  Univ of Washington, dan sejumlah tokoh terkemuka lainnya. Acara akan dibuka oleh Mohammed Ashmawey, CEO Islamic Relief Worldwide, UK.

“Upaya ini sangat penting dalam mengingatkan bahwa Conference of Parties (COP) UNFCC ke 21 di Paris bulan November 2015 ini, merupaka momentum penting dalam mengambil keputusan tentang perubahan iklim. Dorongan kongkrit dalam deklarasi itu sangat diperlukan untuk meyakinkan bahwa perubahan iklim telah benar nyata dan kita harus berbuat dengan upaya yang lebih bermakna dan nyata,” tambah Fachruddin.

Link terkait: International Islamic Climate Change Symposium