Refleksi Akhir Tahun: Covid-19, Kapankah akan berakhir?

Wabah penyakit, seperti Corona Virus Infection Disease-19 (Covid-19), telah menjadi bagian dari sejarah manusia khususnya umat muslim, dan juga telah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup. Salah satu wabah yang sering disebut oleh Rasulullah adalah penyakit tha’un. Perlu dicermati bahwa kata tha’un telah digunakan oleh masyarakat Arab secara luas sebelum masa Nabi. Sebagai seorang muslim, selayaknya kita menyikapi pandemi Covid-19 dengan selalu berpegang teguh kepada syari’at agama. Situasi pandemi ini tidak baik jika berputus asa dan menimbulkan kekhawatiran yang begitu mendalam melebihi apa yang sudah diajarkan oleh agama dalam menghadapi segala persoalan kehidupan.

Adanya pandemi ini, sekaligus memasuki akhir tahun 2020, merupakan momen yang tepat untuk merefleksi kembali, peran manusia sebagai khalifah fil ard, terkait menyikapi pandemi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir dan hubungan manusia dengan kondisi lingkungan pada hari ini. Apakah selama ini kita sudah menjadi pribadi muslim yang optimis dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan berkontribusi pada pembangunan bangsa? Apakah kita juga sudah menjalankan amanah khalifah fil ard melalui penerapan gaya hidup ramah lingkungan? Atau justru menjadi bagian dari pembuat kerusakan lingkungan?

  1. Menggali hikmah dari pandemi Covid-19.
  2. Tips menjadi pemuda muslim yang berkontribusi pada pembangunan bangsa pada masa new
    normal Covid-19.
  3.  Memaknai kembali peran muslim dalam menjaga lingkungan melalui penerapan gaya hidup
    ramah lingkungan.
  4. Tips meningkatkan produktivitas di saat pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Diskusi ini disponsori oleh:

  • Komunitas EcoDeen ID
  • Ruang belajar bersama untuk partisipasi aktif muslim dalam menjaga lingkungan
  • email : ecodeen.id@gmail.com