SILATURAHMI PPI UNAS KE KANTOR BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

IMG_1678

Banten (09/05). Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI-UNAS) yang dipimpin oleh Dr. Fachruddin Mangunjaya, mengadakan kunjungan ke Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Banten, Kamis (09/05).

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi dengan Kepala Balai TNUK yang baru Ir. Anggodo, sekaligus mengenalkan program kegiatan PPI-UNAS bersama para mitra dalam mendukung upaya konservasi. Salah satu adalah kegiatan pelatihan Da’i Konservasi untuk mensosialisasikan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2014 tentang perlindungan satwa langka untuk keseimbangan ekosositem.

“Sejak tahun 2014, PPI-UNAS memberi pembakalan kepada  da’i di sejumlah pesantren dan desa-desa yang berdekatan dengan kawasan taman nasional untuk menyebarkan ajaran Islam mengenai konservasi  dan perlindungan satwa langka, khususnya Badak Jawa yang habitatnya kini hanya ada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.” jelas Dr. Fachruddin.

PPI-UNAS bersama MUI juga telah menerbitkan buku pedoman pedoman pelestarian satwa langka untuk keseimbangan ekosistem sebagai penjabaran dari Fatwa MUI No. 4 tahun 2014. Buku ini juga dilengkapi dengan daftar satwa langka yang dilindungi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, ada pula modul pelatihan dan buku panduan khutbah bagi para da’i.

Ir. Anggodo menyambut baik kunjungan ini dan menghargai upaya PPI-UNAS dalam melakukan penguatan kapasitas para da’i terkait dengan perlindungan satwa lagka.

“Dengan pendekatan agama, masyarakat tentunya bisa lebih mudah untuk menerima pemahaman mengenai perlindungan terhadap satwa langka, seperti Badak Jawa ini.” ujar Anggodo.

Ditambahkannya, meski perlindungan terhadap Badak Jawa telah dilakukan secara maksimal seperti penempatan 50 petugas patrol di kawasan, namun tetap dibutuhkan pendekatan lain agar masyarakat memilliki kesadaran untuk menjaga warisan penting ini.

“Terkadang ada juga kelompok masyarakat yang belum memahami peranan taman nasional, dan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu kehidupan satwa di dalamnya, seperti membiarkan hewan ternak mencari makan di dalam kawasan.”

IMG_1687

Anggodo dalam kesempatan ini juga memaparkan rencana untuk membangun potensu ekowisata TNUK sebagai upaya untuk memelihara kelestarian kawasan, sekaligus memberik nilai ekonomis dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Taman Nasional Ujung Kulon telah menyiapkan anggaran untuk membangun berbagai sarana prasarana untuk kegiatan ekowisata, sementara pemerintah daerah seperti dinas pariwisata akan melalukan pembinaan bagi kelompok masyarakat dalam pengelolaan kawasan ekowisata, pengelolaan penginapan, kuliner dan aneka fasilitas yang dikembangkan dalam rencana ini.”