Tim Forkodas Lakukan Khotbah Juma’t Ke tiga Desa di Kab. Kampar Kiri Hulu

forkodas2

KUANSING(RIAU), INFOLENSA.COM — Forum Dai Konservasi Rimbang Baling Provinsi Riau-Sumatera Barat (FORKODAS) melakukan kunjungan ke tiga desa yang ada di pedalaman Kampar Kiri Hulu, Sabtu (28/11/2020). Dalam kunjungan tersebut para dai FORKODAS melakukan dakwah atau mengisi khutbah Jum’at di tiga desa yang berada di pedalaman  Kabupaten Kampar Kiri Hulu, yakni Desa Batu Sasak, Lubuk Bigau, Kebun Tinggi.

Dalam perjalanan menuju ke tiga titik desa tersebut, Tim Dari wartawan Infolensa.com (Rapi Sasri) turun langsung dan bergabung dengan Tim FORKODAS untuk mengawali dakwah atau mengisi khotbah Jum’at tersebut.

forkodas

Dari laporannya Rapi menjelaskan perjalanan ini sangat sulit dan banyak tantangan dalam melewati medan yang di lalui untuk sampai ke tujuan.

Lihat Juga: Dai Forkodas Bergerak di Rimbang Baling

Pasalnya mobil yang dikendarai oleh tim dari infolensa.com terpaksa berhenti di tengah jalan dikerenakan terjebak dalam lumpuran, sehingga mobil yang di tumpangi tim tak dapat melaju untuk mencapai tujuan.

Berikut keterangan dari Reporter infolensa.com, “Pemirsa, saat ini saya berada di tengah hutan dalam perjalanan hendak menju ke desa Lubuk Bingau, kami terpaksa berhenti dikarenakan mobil yang kami tumpangi mengalami terpuruk atau terjebak dalam lumpur, tapi tidak hanya sampai disini semangat dari Tim FORKODAS untuk menyampaikan misinya taksurut dan tak pupuh, kami memilih untuk berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan ke desa lubuk bingau”.

Perjalanan kaki yang kami lewati ini ada sekitar kurang lebih 8 kiloan, di tengah perjalanan tim sempat menemui dan berbincang langsung ke salah satu warga dari desa lubuk bingau.

Dari perbincangan itu masyarakat di lubuk bigau dan beberapa desa yg ada di dalam nya sangat mengharapkan perhatian dari pemerintahan setempat agar akses mereka ke jalan lintas lipat kain itu lebih di perhatikan lagi.

Karena akses jalan yg sangat tidak memungkinkan untuk menuju ke jalan lintas lipat kain mereka terpaksa belanja kebutuhan harian ke suatu desa yg sudah menjadi kawasan provinsi Sumatra Barat.

BERITA TERKAIT: