Hasil riset membuktikan dan pendekatan agama memberikan hasil signifikan dalam perubahan perilaku hidup bersih serta sehat.
Jakarta — Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI UNAS) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendekatan berbasis agama untuk meningkatkan akses air bersih, sanitasi, dan higiene (Water, Sanitation, and Hygiene/WASH). Kontribusi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi riset internasional yang melibatkan Bangladesh, Indonesia, dan Nepal, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal Journal of Water and Health tahun 2026.
Publikasi berjudul “Piloting of a Faith-Based Approach to Improve Water, Sanitation, and Hygiene Facilities and Practices: Lessons Learned from Bangladesh, Indonesia, and Nepal” mengangkat pembelajaran dari penerapan pendekatan berbasis agama untuk memperkuat fasilitas dan perilaku hidup bersih serta sehat.
Artikel ini dapat diakses melalui Journal of Water and Health September 2026
Bersama dengan 20 orang peneliti mancanegara, peneliti PPI UNAS, Fachruddin Majeri Mangunjaya dan Gugah Praharawati terlibat dalam riset ini. PPI UNAS menjadi bagian dari riset ini dan memiliki rekam jejak yang panjang. Pada April 2017, PPI UNAS berkolaborasi dengan Global One menyelenggarakan seminar internasional mengenai WASH di Universitas Nasional. Kegiatan tersebut melibatkan narasumber internasional serta perwakilan lintas agama untuk membahas pentingnya air bersih, sanitasi, dan higiene dalam perspektif agama dan pelestarian lingkungan. Forum ini menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat dialog antara nilai keagamaan, kesehatan masyarakat, dan praktik hidup bersih.

Komitmen tersebut berlanjut melalui kolaborasi riset lintas negara yang mengintegrasikan pesan-pesan keagamaan ke dalam kegiatan edukasi masyarakat, termasuk melalui khutbah Jumat, masjid, pesantren, dan diskusi komunitas. Pendekatan ini memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin agama untuk memperkuat praktik mencuci tangan, sanitasi yang layak, dan kebersihan rumah tangga.
Pada Juli 2026, Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian UNAS sekaligus Ketua PPI UNAS, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, kembali mengangkat tema tersebut dalam sesi Public Health: Hygiene and Sanitation pada The 8th World Conference on Islamic Thought and Civilization (WCIT 2026) di Ipoh, Malaysia. Ia mempresentasikan kajian tentang perkembangan praktik dan perspektif keagamaan Islam dalam mendukung WASH, kesehatan publik yang inklusif, serta pembangunan berkelanjutan (FBP UNAS).
Rangkaian kegiatan dan publikasi tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan penelitian ilmiah dengan praktik keagamaan dan kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan kolaborasi internasional, PPI UNAS mendorong agar institusi keagamaan tidak hanya menjadi pusat pendidikan spiritual, tetapi juga mitra strategis dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, memperluas akses terhadap sanitasi yang layak, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). ***
PROGRAM : Sanitasi dan Perubahan Perilaku


