
Jakarta, PPI Unas, (29/4).Ekopesantren dan isu lingkungan hidup menjadi daya tarik studi dari berbagai universitas yang memengaruhi media mainstream dan studi akademis.
Apa yang dikerjakan olei PPI Unas mempunyai dampak yang signifikan dan menjadi daya tarik studi global.
Dr Najwa Abdullah, peneliti pascadoktoral di Faculty of Humanities, University of Amsterdam, mengunjungi PPI Unas untuk proyek riset yang berjudul “Eco-Islam in Indonesia: Media, Institutions, Public.” Penelitian ini mengkaji bagaimana institusi dan organisasi Muslim di Indonesia merespons isu-isu lingkungan serta membangun praktik keberlanjutan dalam berbagai konteks sosial dan pendidikan.
“Saat ini saya dan tim sedang berada di Indonesia untuk fieldwork, dan PPI Unas merupakan salah satu institusi yang kami kunjungi,” tutur Najwa Abdullah. Tambahnya Bercermin pada pengalaman kami saat telusur pustaka, karya dan kontribusi yang ada di PPI UNAS dalam pengembangan konsep dan praktik ekopesantren menjadi rujukan yang sangat penting bagi penelitia, jelas Najwa, yang mengunjungi PPI UNAS (27/4).
BACA JUGA: Globalize Eco Islam
Adapun Muhammad Ziyan Makarim, mahasiswa Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam International Indonesia (UIII), melakukan kajian dan wawancara tentang Islam and Sustainiability untuk tesisnya di UIII, Rabu (28/4). “Saat ini, saya sedang melaksanakan penelitian akademik mengenai mosque sustainability atau keberlanjutan masjid, tuturnya.”
Menurut aktifis Masjid Jogokarian, dan alumni FISIP UGM ini, wawancara didalami khususnya mengenai bagaimana prinsip-prinsip Islamic environmentalism dapat dioperasionalisasikan dalam manajemen masjid, peran fatwa MUI dalam mendorong praktik keberlanjutan di institusi keagamaan, serta tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan agenda lingkungan ke dalam eko-sistem masjid Indonesia. (PPI-1)
BERITA TERKAIT:


