Jakarta – Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional (UNAS), Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya, M.Si., mendapat kehormatan sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FN IKA PTKIN) se-Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 1448 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung pada 14 Juli 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dengan mengusung semangat membangun peradaban Islam yang menjawab tantangan zaman.
Undangan resmi yang ditandatangani Ketua Umum FN IKA PTKIN, Dr. Idrus Marham, dan Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., menyebutkan bahwa Dr. Fachruddin akan membawakan materi bertajuk “Eco-Islam dan Peradaban Dunia Baru Islam”. Seminar ini merupakan bagian dari Festival Muharram 1448 H yang dihadiri sekitar 500 peserta, terdiri atas guru besar, akademisi, alumni PTKIN se-Indonesia, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, praktisi, serta para pengambil kebijakan.
Forum ini diselenggarakan sebagai ruang dialog nasional untuk memperkuat kontribusi agama dalam merespons krisis lingkungan, perubahan iklim, dan kesenjangan sosial. Dalam Term of Reference (TOR), panitia menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan perlu menjadi landasan etika dalam membangun masyarakat yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sipil.

Kehadiran Dr. Fachruddin dinilai sangat relevan mengingat kiprahnya selama lebih dari dua dekade dalam mengembangkan konsep Eco-Islam, yakni pendekatan yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan konservasi lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan. Gagasannya telah dikenal secara nasional maupun internasional melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan Ekopesantren, penyusunan Islamic Declaration on Global Climate Change, serta keterlibatannya dalam penyusunan Al-Mizan: A Covenant for the Earth.
Dalam seminar tersebut, Dr. Fachruddin berbagi pandangan mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi fondasi bagi lahirnya peradaban baru yang lebih adil, berkelanjutan, dan harmonis dengan alam. “Krisis ekologis bukan hanya persoalan ilmiah dan ekonomi, tetapi juga persoalan moral dan spiritual yang memerlukan transformasi cara pandang manusia terhadap alam sebagai amanah Allah SWT” ujarnya.
Seminar Nasional FN IKA PTKIN juga menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka lainnya. Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi nasional dan memperkuat jejaring kolaborasi lintas disiplin dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkeadaban, berkelanjutan, serta berlandaskan nilai-nilai agama.


