PPI UNAS, Jakarta (12/2)-Krisis lingkungan hidup bukanlah sekadar masalah teknis, tetapi krisis moral dan keadilan. Model pengembangan ekstraktif telah melemahkan dimensi etis dalam pembentukan kebijakan publik dan mengabaikan nilai-nilai keberlanjutan. Dalam konteks ini, Prakarsa Hutan Hujan Lintas Agama (IRI/Interfaith Rainforest Initiative) Indonesia memiliki posisi unik sebagai gerakan antaragama yang memberikan tekanan moral, legitimasi etis, dan jembatan antara suara komunitas, pemimpin agama, ilmuwan, dan pembuat kebijakan.
IRI Indonesia adalah kemitraan multi-pihak yang menggerakkan kepemimpinan berbasis agama untuk mempercepat upaya nasional dan sub-nasional dalam menghentikan dan membalikkan deforestasi tropis, sambil memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan komunitas hutan. Selain PPI UNAS yang mewakili tokoh akademis dan agama, hadir juga tokoh agama lain, dan PLHSDA MUI Pusat serta tokoh NU dan Muhammadiyah dan dari tokoh agama seperti Konghucu, Budha, Hindu, Katholik, Protestan dan Masyarakat Adat. “IRI akan menajamkan kegiatan terutama terkait dengan chapter , atau kelompok kerja di daerah yang pernah dibentuk,” ujar Hening Parlan, Facilitator IRI Indonesia ke 3. Kali ini IRI bekerjasama erat dengan Yayasan Econusa.
Berita TV MUI
Workshop pada 9–11 Februari 2026 menggelar ruang strategis untuk menyelaraskan kembali visi, misi dan program serta mandat, dan peran Dewan Penasihat IRI Indonesia, serta merumuskan arah operasional, adil, dan berdampak untuk perlindungan hutan dan hak-hak Masyarakat Adat.
Lihat juga: Rancangan Strategis IRI di BALI
PPI Unas mengirimkan delegasi dalam kegiatan itu, yaitu Dr. Fachruddin Mangunjaya, Ketua PPI dan juga Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian UNAS, dan Sdr. M. Taufik Mulyana, Project Officer yang juga peneliti di PPI Unas.
“PPI berkomitmen untuk melakukan penguatan dalam hal intergarsi sains dan agama dan implementasinya dalam bentuk praksis. Kegiatan IRI merupakan sumbangan soft approach. Segabaimana sains yang menemukan fakta-fakta. Maka agama akan mendukung implementasi dalam koridor etika agama, terutama yang terkait dengan hak hak kemanusiaan dan alam sebagai ciptaan Tuhan,“ tutur Fachruddin Mangunjaya.
PPI Unas secara aktif terlibat dari pendirian Prakarsa, bersama Din Syamsuddin dimana dukungan tokoh agama terus ada sehingga IRI dapat berjalan sehingga kini.
Lihat juga : Oslo Tropical Forest Forum
BERITA TERKAIT


