Bicara Agama dan Lingkungan, Wakil Indonesia Bertemu Pangeran Philip

LONDON, KOMPAS.com – Wakil Pusat Pengkajian Islam (PPI) Universitas Nasional, Dr. Fachruddin Mangunjaya, menjadi salah satu tamu kehormatan yang diundang Pangeran Philip, suami Ratu Elisabeth II. Fachruddin datang untuk memenuhi undangan diskusi “The Nature Conservancy (TNC)” membahas konservasi lingkungan di Istana Archbishops, Canterbury, Lambeth Palace, Gedung Parlemen Inggris, 17-19 November 2015.”Ini merupakan forum berbagi pengalaman. Di sinilah organisasi dan pendonor dapat mempelajari tentang penting dan efektifnya melibatkan para pemimpin agama dalam gerakan konservasi,” ujar Fachruddin, yang juga dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional kepada Kompas.com, Minggu (22/11/2015).Upaya pertemuan tersebut dikembangkan oleh TNC sebagai organisasi konservasi non-profit dan didanai sebagian oleh Science for Nature and People (SNAP) kemitraan. Fachruddin berdiskusi bersama-sama Presiden WWF dan wakil organisasi-organisasi konservasi lingkungan lainnya.

Dari kiri HRH Duke of Edinburgh Prince Phillip, Mr Martin Palmer Secretary General-ARC-Dr.Fachruddin-Mangunjaya and Dr. Joyce Da Silva from-Compassionin World-Farming
Dari kiri HRH Duke of Edinburgh Prince Phillip, Mr Martin Palmer Secretary General-ARC-Dr.Fachruddin-Mangunjaya and Dr. Joyce Da Silva from-Compassionin World-Farming

FOTO-FOTO KEGIATAN :

Dalam pertemuan itu terungkap, lanjut Fahruddin, para penggagas lingkungan hidup semakin melihat pentingnya peran agama dalam mendukung konservasi lingkungan hidup.

“Konservasi lingkungan merupakan hal yang telah digagas puluhan tahun lalu. Menurut mereka, jika para pemimpin agama di dunia ikut berkolaborasi dalam konservasi lingkungan, dampaknya akan sangat luar biasa,” ujarnya.

Selama tiga hari para tokoh penting lintasagama dan pemerintahan disatukan untuk berdiskusi. Fachruddin sendiri merupakan delegasi satu-satunya dari Indonesia. Delegasi lain berasal dari berbagai negara di dunia, antara lain Amerika Serikat, Inggris, China dan India.

“Saling berbagi pengalaman, keberhasilan, kegagalan, harapan, rencana dan impian untuk membantu konservasi lingkungan dunia,” ujarnya.

BERITA TERKAIT :